Dewan Sorot LKPJ DLH Jepara, Sri Lestari: Laporan Angka Tinggi Tak Cerminkan Kondisi Nyata

Admin RedMOL
0
Sri Lestari Anggota DPRD Jepara Fraksi Gerindra.

RedMOL SEMARANG,-
JEPARA,-- Anggota DPRD Jepara Fraksi Gerindra, Hj. Sri Lestari, mengkritik capaian kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam LKPJ 2025 yang dinilai tinggi secara angka, namun belum mencerminkan perbaikan kondisi lingkungan di lapangan.

“Secara laporan terlihat baik, tetapi kondisi riil masih jauh dari harapan. Sungai masih tercemar, persoalan sampah belum tertangani tuntas,” kata Sri Lestari, Jumat (1/5/26).

DLH mencatat sejumlah indikator melampaui target :
1. Ketaatan izin lingkungan: 112,58%.
2. Sekolah Adiwiyata: 125%.
3. Penanganan pengaduan: 190%.
4. Pengelolaan sampah: 103,58%.

Namun, menurut Sri Lestari, capaian tersebut perlu diuji pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Pemantauan kualitas lingkungan diklaim mencapai 100 persen. Meski demikian, kondisi sungai di Jepara dinilai masih memprihatinkan, Air sungai keruh dan berbau, limbah belum tertangani optimal.

“Jika pengawasan berjalan maksimal, seharusnya ada perbaikan kualitas lingkungan,” katanya.

Pengelolaan sampah disebut belum efektif :
TPA Bandengan mengalami kelebihan kapasitas. Bau mengganggu warga sekitar dan Sistem pemilahan belum berjalan optimal.

Penutupan TPA Gemulung tanpa solusi pengganti juga dinilai memperburuk distribusi sampah.

Jumlah pengaduan masyarakat meningkat signifikan. Sri Lestari menilai hal ini perlu dibaca sebagai indikasi persoalan yang belum terselesaikan.

“Kenaikan pengaduan harus menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar capaian angka.” tegasnya.

Sri Lestari juga menyoroti tidak adanya pemaparan permasalahan dalam laporan DLH.

“Laporan yang baik harus memuat kendala dan solusi. Tanpa itu, fungsi evaluasi menjadi tidak maksimal.” pungkasnya.

Fraksi Gerindra mendorong:
Fokus pada dampak nyata, bukan sekadar capaian angka.
Evaluasi lapangan secara menyeluruh.
Peningkatan transparansi data dan permasalahan.

Sri Lestari menegaskan bahwa ukuran keberhasilan bukan pada laporan, melainkan pada kondisi lingkungan yang dirasakan masyarakat.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah air bersih, udara sehat, dan pengelolaan sampah yang nyata.” tutupnya. (Petrus)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)